Lagu Film Titanic Sedang Diputar di Kapal Costa Concordia Saat Musibah

Apakah benar sejarah telah berulang?

Roma - Every night in my dreams
I see you, I feel you
That is how I know you go on...


Penggalan lirik lagu di atas mungkin akrab di telinga kita. Yah, itu merupakan penggalan lirik lagu "My Heart Will Go On" yang dijadikan theme song film "Titanic" yang terkenal itu.

Banyak yang menganggap musibah Costa Concordia merupakan pengulangan sejarah tragedi kapal Titanic seabad silam. Bahkan menurut sejumlah penumpang Costa Concordia, lagu "My Heart Will Go On" sedang diputar di kapal pesiar mewah Italia itu saat musibah terjadi.

Saat kapal menabrak karang di pantai Italia pada 13 Januari lalu, lagu yang dipopulerkan Celine Dion itu tengah diputar di salah satu restoran kapal Costa Concordia.

Salah seorang penumpang kapal, Yannic Sgaga mengungkapkan hal itu kepada surat kabar Italia, La Tribune de Geneve. Dikatakan pria asal Swiss itu, dirinya mendengar lagu itu saat sedang makan malam bersama saudara laki-lakinya di restoran kapal. Ketika itulah, kapal berguncang keras setelah menabrak batu karang besar.

"Gambaran film Titanic saat itu nyata sekali," kata Sgaga. "Itu terus memenuhi kepala saya," tuturnya seperti dilansir News.com.au, Kamis (19/1/2012).

Para penumpang lainnya juga menuturkan, kekacauan yang terjadi saat peristiwa mencekam itu, mirip dengan adegan demi adegan dalam film "Titanic". Apalagi saat itu para penumpang juga tengah menyantap hidangan makan malam mereka, persis seperti adegan dalam film tentang tragedi Titanic 100 tahun silam itu.

Menurut penumpang Costa Concordia, kekacauan juga terjadi saat para penumpang berebut untuk naik ke sekoci. Pemandangan ini sedikit banyak mirip dengan penjabaran tragedi Titanic dalam film legendaris "Titanic" tahun 1997 itu.

Seorang Wanita Gugat Pemilik Kapal Costa Concordia


Kapal pesiar mewah Costa Concordia karam setelah menabrak batu karang di lepas pantai Tuscan, Italia, Sabtu (14/1/2012).
ROMA -Seorang wanita hamil yang mengalami keguguran setelah kecelakaan kapal pesiar Costa Concordia   di lepas pantai Italia bulan lalu, menuntut pemilik kapal Costa Concordia sebesar untuk satu juta euro .
Wanita asal Italia berusia 30 tahun , yang diidentifikasi sebagai Cristina M, menurut berita yang dilansir AFP ,hamil empat bulan ketika ia berangkat dengan kapal pesiar Costa Concordia tanggal 13 Januari lalu.
Meskipun dia lolos dari tengelamnya kapal pesiar Costa Concordia dengan menggunakan sebuah sekoci, dan sempat dirawat di rumah sakit pekan lalu, namun bayi yang dikandungnya mengalami keguguran.
Dokternya mengatakan dia mungkin kehilangan bayinya karena stres psikologis intens menderita baik selama evakuasi malam hari dan ketika sekoci nya hancur melawan batu karena menuju ke pantai terdekat.
Karena mengalami keguguran ,Pengacara Christina M akan mengajukan tuntutan ke sebuah class action melawan Kosta Crociere dan menuntut ganti rugi sebesar € 1.000.000

Peninggalan Costa Concordia Dijual Penumpang


Salah satunya adalah koin kasino euro, yang dipotret bersama kunci kabin untuk membuktikan keasliannya. Benda ini dijual mulai US$900 atau sekitar Rp8 juta.
Pengguna Amerika Serikat (AS) dari Brighton, Massachusetts dengan nama gkaac, menawarkan benda ‘asli’ seharga US$1.800.
Lelang ini, seperti diberitakan Daily Mail, akan ditutup pada 6 Februari mendatang. Meski begitu, sayangnya, belum ada yang memberikan penawaran.
Pengguna asal Heidelberg, Jerman atas nama manlux1 menjual model kapal Costa Concordia seharga US$199. Beberapa lainnya hendak menjual kartu pos asli dari dalam kapal.
Costa Concordia menabrak karang pada 13 Januari lalu. Insiden ini menewaskan 17 orang dan pencarian atas 16 orang yang masih hilang dihentikan awal pekan ini.

Pencarian Korban Kapal Costa Concordia Dihentikan



Setelah 17 hari, pencarian korban karamnya kapal pesiar Costa Concordia dihentikan pada Selasa (31/1) waktu setempat. Kondisi di dalam kapal yang setengahnya sudah terendam itu sangat berbahaya bagi para penyelam.

"Kami menyimpulkan untuk menghentikan seluruh pencarian kapal di bawah air. Kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi," kata Luca Cari, Juru Bicara Pemadam Kebakaran di Pulau Giglio seperti diberitakan AFP, Rabu (1/2/2012).

Badan perlindungan sipil yang telah mengawasi upaya penyelamatan sejak 13 Januari lalu, mengatakan mereka telah menghubungi kedutaan besar asing dan keluarga korban hilang terkait penghentian pencarian ini. Namun penyelamat akan terus memeriksa bagian atas kapal pesiar dengan menggunakan peralatan khusus untuk memeriksa mayat hingga 18 Km di sekitar area kecelakaan.

Pencarian korban beberapa kali sempat ditangguhkan mengingat kondisi laut yang berombak dan gerakan kecil dari rongsokan kapal, yang memicu kekhawatiran kapal besar itu bisa tenggelam. Penyelam telah menggambarkan kondisi rumit di dalam kapal, dengan koridor penuh dengan air dan keruh. Penyelaman juga dibatasi hingga maksimal 50 menit, sehingga sulit untuk menembus ke dalam kapal lebih jauh lagi.

Kapal pesiar Costa Concordia yang memiliki bobot 114.500 kandas setelah menabrak bebatuan di Pulau Giglio. Peristiwa tragis yang mengingatkan akan tragedi 'Titanic' itu terjadi saat para penumpang tengah mencicipi hidangan makan malam.

Kronologi Tenggelamnya Kapal Pesiar Costa Concordia

 
Roma - Kapal pesiar mewah Costa Concordia tenggelam dan hinga kini 11 orang ditemukan tewas. Berdasarkan keterangan pada pejabat dan saksi mata, kapal tersebut tenggelam setelah menabrak karang di Tuscsan yang dekat dengan pulau Giglio, Italia.

Berikut kronologi menjelang tenggelamnya kapal mewah itu, seperti diberitakan AFP, Rabu (18/1/2012):

Jumat, 13 Januari 2012

- Pukul 07.00 malam waktu setempat, kapal siap berlayar dari pelabuhan Civitavecchia yang berada di dekat Roma dengan mengangkut sekitar 4.299 orang termasuk 3.000 orang turis dan lebih dari 1.000 awak kapal. Kebanyakan turis itu berasal dari Italia, Perancis, Jerman, Spanyol.

- Pukul 08.30, kebanyakan penumpang sedang menikmati makan malamnya di lima restoran dan 13 club malam di seluruh wilayah kapal Costa Concordia, termasuk beberapa di antaranya berada di dalam kabin.

- Pukul 09.30, Kapal menabrak karang di wilayah Tuscan di Pulau Giglio.

- Pukul 09.35, listrik kapal mati. Penumpang mulai panik.

- Pukul 09.45, alarm pertama berbunyi dua kali panjang dan sekali pendek yang menginformasikan kepada awak kapal tentang adanya masalah.

- Pukul 09.50, kapal mulai miring. Di restoran, perlengkapan makan mulai saling beradu. Beberapa penumpang berlari ke luar kabinnya dan memakai pelampung.

- Pukul 10.00, beberapa penumpang mulai berkumpul di dek empat di mana sekoci berada. Kapten kapal melakukan manuver untuk mendekatkan kapal ke pantai.

- Pukul 10.10, perintah meninggalkan kapal dikeluarkan dengan tujuh kali tiupan peluit pendek dan sekali tiupan panjang. Sekoci mulai diturunkan.

- Pukul 10.20, penjaga pantai mulai melakukan upaya penyelamatan dengan menggunakan speedboat dan helikopter. Warga pantai Giglio ikut membantu penyelamatan itu. Banyak penumpang yang langsung melompat ke laut dan tidak menggunakan sekoci.

- Pukul 11.15, sekoci pertama tiba di pantai Giglio.

- Pukul 11:40, Media melaporkan Kapten Francesco Schettino ditemukan di darat dalam kondisi lelah.

Hingga saat ini, pihak yang berwenang mengatakan 29 orang masih hilang setelah kapal mewah itu menabrak karang dan tenggelam. Jumlah korban yang tewas mencapai 11 orang.

Kapal yang dijuluki 'Titanic Italia' itu menabrak batu karang saat melintasi Pulau Giglio, Italia. Diduga sang kapten. Francesco Schettino, sengaja berlayar terlalu dekat ke daratan karena ingin 'menyapa' seorang temannya yang berada di pinggir pantai.